DERAJAT KETULIAN

DERAJAT KETULIAN
Untuk mengetahui derajat ketulian dapat memakai metode sederhana yaitu sebagai berikut :

Dengan mengamati beberapa tanda kurang pendengaran :

Nomal bila

  • mendengar semua percakapan dengan baik baik dalam kondisi sepi tau agak ramai
  • bisa membedakan arah sumber suara
  • bisa mendengar bunyi / suara dalam kekerasan suara bisik/pelan sekali
  • masih dapat mendengar percakapan dlam kekerasan suara standar dalam jarak smp 6meter

Tuli ringan bila

  • dalam kondisi sepi percakapan dengan jarak 1meter msh dapat didengan dengan baik, terkadang beberapa kata hilang
  • sudah tidak dapat mendengar dalam kondisi agak ramai
  • dalam percakapan membelakangi sumber suara dengan jarak 1meter masih dapat mendengar dengan baik apabila sumber suara dikeraskan sedikit dari suara percakapan normal/standar
  • terkadang sudah agak sulit membedakan arah sumber suara
  • di beberapa frequensi tertentu masih dapat mendengarkan bunyi-bunyiannya dengan baik

Tuli sedang bila

  • dalam kondisi sepi percakapan dengan jarak 1meter sudah tidak  dapat didenganr dengan baik, seringnya beberapa kata hilang
  • sudah tidak dapat mendengar dalam kondisi agak ramai
  • dalam percakapan membelakangi sumber suara dengan jarak 1meter sudah tidak  dapat mendengar dengan baik apabila sumber suara dikeraskan sedikit dari suara percakapan normal/standar
  • masih mendengar dengan baik dalm jarak 15cm dari sumber suara percakapan standar ( mulut pembicara didekatkan ke telingannya )
  • sudah agak sulit membedakan arah sumber suara
  • di beberapa frequensi tertentu masih dapat mendengarkan bunyi-bunyiannya dengan baik hanya saja dengan intensitas yang agak keras dari bunyi standar

Tuli berat bila

  • dalam kondisi sepi percakapan dengan jarak 1meter sudah tidak  dapat didenganr .
  • tidak dapat mendengar dalam kondisi agak ramai
  • dalam percakapan membelakangi sumber suara dengan jarak 1meter sudah tidak  dapat mendengar sama sekali, walaupun sumber suara dikeraskan  dari suara percakapan normal/standar ( orang jawa bilang bengok-bengok/ teriak-teriak ).
  • sudah tidak dapat  mendengar dengan baik dalam jarak 15cm dari sumber suara percakapan standar ( mulut pembicara didekatkan ke telingannya )
  • masih dengar sedikit dengan kondisi diatas tetapi dengan suara yang keras ( teriak-teriak )
  • sudah sangat  sulit membedakan arah sumber suara
  • di beberapa frequensi tertentu masih dapat mendengarkan bunyi-bunyiannya dengan baik hanya saja dengan intensitas yang sangat keras.
  • suara tepuk tangan keras terkadang msih dapat didengar

Tuli berat sekali bila

semua kondisi diatas sudah tidak dapat didengar

tidak dapat dengar suara sama sekali tetapi bunyi-bunyian di beberapa tingkatan kekerasan suara msh dapat didengar ( bunyi petir/ bunyi/ klakson mobil/ bunyi mesin pesawat dari dekat dsb. )
Apabila yang dipakai dasar audiogram nada murni, derajat
ketulian ditentukan oleh angka rata-rata intensitas pada fre-
kuensi-frekuensi 500, 1000 dan 2000 Hz yang juga disebutspeech frequency. Konversasi biasa besarnya kurang lebih 50 db.

Derajat ketulian berdasar audiogram nada murni adalah sebagai
berikut :

.Nantara 0 s/d 20 db.
.Tull ringan antara 21 s/d 40 db.
.Tull sedang antara 41 s/d 60 db.
.Tull berat antara 61 s/d 80 db.
.Tull amat berat bila lebih dari 80 db.